Balikpapan - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menggelar Taklimat Akhir Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Rupatama Polda Kaltim, Kamis (30/07/26). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian audit yang dilakukan oleh Tim Itwasum Polri dengan fokus pada aspek pelaksanaan dan pengendalian serta Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) terhadap pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan satker dan satwil jajaran Polda Kaltim.
Taklimat akhir tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., turut didampingi Irwil II Itwasum Polri Brigjen Pol Heri Wahono, S.I.K., Irwasda Polda Kaltim Kombes Pol Aloysius Suprijadi, S.I.K., M.H., M.Han., serta dihadiri para Pejabat Utama Polda Kaltim, Tim Audit Itwasum Polri, dan para Kapolres jajaran yang mengikuti secara virtual.
Dalam sambutannya, Wakapolda Kaltim menyampaikan apresiasi kepada Ketua Tim beserta seluruh personel Tim Audit Itwasum Polri yang telah melaksanakan audit secara profesional, objektif, dan konstruktif selama berlangsungnya proses pemeriksaan di Polda Kaltim.
"Saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Tim beserta seluruh Tim Audit Itwasum Polri yang telah melaksanakan audit kinerja dan Audit Dengan Tujuan Tertentu secara profesional, objektif, dan konstruktif. Hasil audit ini merupakan bagian penting dalam memperkuat tata kelola organisasi agar semakin akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo.
Menurutnya, audit kinerja bukanlah untuk mencari kesalahan ataupun kelemahan satuan kerja, melainkan sebagai sarana pembinaan, pengendalian, dan perbaikan berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya organisasi Polri yang semakin profesional.
"Temuan maupun rekomendasi yang diberikan hendaknya dipandang sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran. Seluruh satker dan satwil harus segera melakukan pembenahan sesuai rekomendasi agar kinerja organisasi terus meningkat dan tidak terjadi temuan yang berulang di masa mendatang," tegasnya.
Lebih lanjut, Wakapolda menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan PNBP dan BLU melalui kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, tertib administrasi, serta penguatan sistem pengendalian internal. Seluruh pengelola anggaran diharapkan mampu menjalankan tugas secara akuntabel guna mendukung pelayanan publik yang lebih baik.
Dalam arahannya, Wakapolda juga meminta kepada seluruh Kasatker dan Kasatwil agar menindaklanjuti seluruh temuan audit secara serius, nyata, terukur, dan tepat waktu. Penyelesaian seluruh rekomendasi ditargetkan dalam waktu 15 hari, kemudian hasil tindak lanjut diunggah melalui aplikasi E-Audit Presisi beserta bukti pendukung dan dilaporkan kepada Itwasda Polda Kaltim.
"Saya berharap Irwasda beserta jajaran dapat terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi terhadap seluruh tindak lanjut hasil audit. Mari kita tanamkan budaya integritas, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap prosedur sebagai fondasi untuk mewujudkan Polri yang Presisi, modern, dan semakin dipercaya serta dicintai masyarakat," pungkasnya.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi seluruh jajaran Polda Kaltim untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, memperkuat pengawasan internal, serta mewujudkan pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin efektif, efisien, dan berintegritas.